Perkembangan anak 1-5 tahun

Sumber :  www.bundaanak.com

Tahapan perkembangan Anak

Usia 1 tahun
– Mampu membuat kalimat pendek
– Mulai bisa diajak toilet training

Usia 13-14 bulan
– Mampu mengucapkan kata dan bahasa tubuh saat mengutarakan sesuatu
– Meniru apa yang membuatnya tertarik
– Bisa berdiri dan berjalan beberpa langkah tanpa dibantu

Usia 15 bulan
– Belajar memakai sendok
– Senang memainkan makanan dengan jarinya
– Suka corat coret
– Meniru tingkah orang lain
– Mulai senang berkumpul dengan anak-anak sebaya

Usia 16-18 bulan
– Mampu merespon perintah
– Belajar menyusun balok-balok
– Belajar membuka bajunya sendiri
– Senang memanjata
– Larinya mulai kencang

Usia 19-20 bulan
– Mulai melempar bola meski masih lemah
– Sudah mampu mengetahui arah datangnya suara

Usia 21 bulan
– Mengenal kata-kata lebih banyak
– Mulai senang merambati tangga

Usia 22 bulan
– Kosa katanya sudadah hampir 20 kata
– Waktu tidurnya antara 10-12 jam, termasuk tidur siang

Usia 23 bulan
– Mulai mampu menyusun balok lebih banyak
– Belajar mengenakan bajunya sendiri
– Mengenali nama-nama bagian tubuh

 Usia 2 tahun
– Mulai mengenal kompetisi dan bersaing dengan teman sebaya
– Sudah bisa melompat dengan koordinasi kaki yang baik
– Membahasakan dirinya dengan “saya” atau “aku”
– Sudah mampu membuat kalimat dengan lebih panjang
– Mulai senang menggambar, meski belum berbentuk

Usia 3 tahun
– Mampu merespon dan menjelaskan maksudnya dengan artikulasi yang jelas
– Mulai memahami penggunaan toilet
– Sudah mampu membuat bentuk, mengenali warna dan membedakan bentuk benda
– Koordinasi kaki dan tangan sudah sejalan, misalnya sudah bisa diajak main sepeda atau bola
– Imajinasinya sudah terbentuk, senang bermain dalam kelompok serta dapat membedakan antara laki-laki dan perempuan

Usia 4 tahun
– Sudah bisa menggunakan baju sendiri
– Meniru penampilan orang lain
– Bisa menggambar, mengenal alfabet dan melakukan kegiatan fisik dengan baik
– Mampu membedakan waktu
– Sudah bisa diajarkan berbagai konsep
– Sudah mengerti saat dimintai bantuan

Usia 5 tahun
– Sudah pandai menghitung dari 1 sampai 10
– Kemampuan kognitifnya sudah baik, misalnya sudah bisa diajak memutuskan sesuatu
– Mulai mengenal huruf atau abjad

Pemilihan Permainan Edukatif Agar Si Kecil Tekun

Sumber : omahku.com

Disebut mainan edukatif karena dapat merangsang daya pikir anak. Termasuk di antaranya meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana membedakan mainan jenis ini dari mainan lainnya? Simaklah jawaban-jawaban tentangmainan edukatif yang disampaikan Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain.

APA YANG MASUK KATEGORI MAINAN EDUKATIF?

Diperuntukkan bagi anak balita
Yakni mainan yang memang sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.

Multifungsi
Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi mainan sehingga stimulasi yang didapat anak juga lebih beragam.

Melatih problem solving
Dalam memainkannya anak diminta untuk melakukan problem solving. Dalam permainan pasel misalnya, anak diminta untuk menyusun potongan-potongannya menjadi utuh.

Melatih konsep-konsep dasar
Lewat permainan ini, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk, warna, besaran, juga melatih motorik halus.

Melatih ketelitian dan ketekunan
Dengan mainan edukatif, anak tak hanya sekadar menikmati tetapi juga dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakannya.

Merangsang kreativitas
Permainan ini mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bila sejak kecil anak terbiasa untuk menghasilkan karya, lewat permainan rancang bangun misalnya, kelak dia akan lebih berinovasi untuk menciptakan suatu karya, tidak hanya mengekor saja.

APA SAJA MANFAATNYA?

Melatih kemampuan motorik
Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya.

Melatih konsentrasi
Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya — ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan.

Mengenalkan konsep sebab akibat
Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar.

Melatih bahasa dan wawasan
Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya.

Mengenalkan warna dan bentuk
Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya.

KAPAN ANAK DIAJAK MELAKUKAN PERMAINAN EDUKATIF?

Meski memiliki manfaat melimpah, bukan berarti anak bisa dijejali dengan mainan edukatif terus-menerus. Mainan edukatif hanya salah satu faktor pendukung perkembangan otak anak agar lebih maksimal. Jadi tak perlu memaksa atau memorsir anak untuk melakukan permainan edukatif setiap saat.

Selain mainan edukatif, anak juga perlu dikenalkan dengan mainan pada umumnya, seperti boneka, mobil-mobilan, dan mainan-mainan yang tidak untuk dibongkar pasang lainnya. Walau tidak termasuk mainan edukatif, tapi mainanmainan seperti itu tetap dapat menyumbangkan manfaat edukasi pada si kecil. Dengan konsep multiple intelligence edukasi bisa mencakup berbagai hal. Tidak selalu mengarah pada konsep-konsep dasar.

Misalnya begini, saat si kecil asyik bermain boneka, sebenarnya ia dilatih untuk melakukan interaksi dengan orang lain melalui boneka tersebut. Bagaimana dia harus “memperlakukan” si boneka dengan kasih sayang; disuapi, ditimang, disusui, dan tidak dibanting atau dinjak-injak. Motorik halus dan kasar si kecil juga tetap dapat terstimulasi secara tak langsung saat ia memakaikan baju pada bonekanya. Anak juga dapat mengenal warna serta peran sosial sebagai ibu, kakak, dan sebagainya.

KAPAN MAINAN EDUKATIF MULAI DIKENALKAN?

Tentu sedini mungkin. Sejak usia batita, sodori anak dengan berbagai jenis permainan baik dengan mainan edukatif ataupun bukan. Sekadar mengingatkan saja, perkembangan otak anak di usia ini masuk dalam fase emas (the golden age) atau otak si kecil sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Karena itulah, stimulasi amat diperlukan. Semakin banyak stimulasi maka koneksi antarsarafnya semakin banyak terhubung.

Anak yang sudah akrab dengan mainan edukatif sejak dini, perkembangan kecerdasannya akan terlihat lebih maksimal. Ia lebih mampu berkonsentrasi, kreatif, serta tekun. Sementara yang tidak, biasanya akan lebih tertinggal dalam masalah intelektual. Anak-anak yang tidak diperkenalkan dengan mainan edukatif akan lebih sulit untuk belajar mengenai bentuk dan warna.

Mereka juga tidak terbiasa untuk duduk tenang serta tekun. Hal ini dapat membuat anak menjadi sulit diarahkan untuk berkonsentrasi menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan nantinya. “Banyak kasus yang saya tangani, anakanak yang sering bermain fisik dan terlalu sering menonton teve, di usia sekolahnya kurang bisa berkonsentrasi, kurang telaten, tidak tekun, dan mudah menyerah, karena mereka tidak terbiasa untuk duduk tenang dan tekun.”

BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN MANFAATNYA?

Sebelum menyodorkan satu mainan edukatif pada si kecil, contohkan dahulu bagaimana cara memainkannya. Asal tahu saja, mainan edukatif berbeda dari mainan pada umumnya yang lebih mudah dipahami anak. Mobil-mobilan, contohnya, hanya tinggal digeser-geser, didorong atau ditarik, mungkin si kecil sudah bisa asyik memainkannya. Namun, pada mainan edukatif dibutuhkan cara tertentu untuk bisa mendapatkan asyiknya. Pasel misalnya harus disusun dan disesuaikan keping-kepingnya. Untuk itulah perlu ada arahan dari orang dewasa. Demikian pula dengan permainan palu yang kelihatannya simpel bagi orang dewasa tapi belum tentu bagi si kecil. Perlu penjelasan lebih dulu mengenai cara memalu untuk memasang “paku” dan mencopotnya kembali.

Beberapa anak mungkin saja dapat bermain tanpa perlu pengarahan terlebih dulu. Tapi jangan lupa, kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang cepat memahami kesalahannya dan cepat menganalisa, tetapi ada juga yang biasa-bisa saja, bahkan lambat. Bila si kecil termasuk lambat dan tidak mendapat pengarahan, maka bisa-bisa mainan edukatif tersebut hanya akan dibuangnya karena dianggap tidak menarik.

Satu hal penting, saat mengarahkan anak, jangan mengharuskan ia melakukan persis sama seperti yang sudah kita contohkan. Berikan kebebasan padanya untuk melakukan sesuai dengan keinginannya. Contoh, saat kita membangun rumah-rumahan dari mainan balok, biarkan ia membuat mobil-mobilan dari mainan yang sama.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 1 TAHUN:

Permainan memasukkan benda ke dalam wadah atau menumpuk benda (seperti gelas plastik air mineral), sangat cocok bagi anak satu tahunan.

Setelah itu si kecil bisa ditawari mainan single puzzle, yaitu mainan yang pada penutupnya diberi lubang-lubang berbentuk geometris, seperti segitiga, segiempat dan lingkaran. Lalu si kecil diminta memasukkan benda-benda yang sesuai pada lubangnya. Namun, kita belum bisa menuntutnya untuk memasukkan setiap bentuk sampai selesai, melainkan harus satu per satu. Berikan ia bentuk segitiga dulu lalu arahkan tangannya untuk memasukkan ke lubang yang berbentuk sama dengan arah yang tepat, misalnya.

Ajak si kecil untuk melakukan tuang-menuang air dari wadah yang lebih kecil ke wadah yang lebih besar. Dengan begitu anak tahu bahwa air dari wadah yang lebih kecil bisa tertampung dalam wadah yang lebih besar. Permainan serupa dengan menunjukkan bahwa benda yang lebih kecil bisa masuk ke dalam wadah yang lebih besar juga bisa dilakukan.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2 TAHUN:

Pasel berbentuk rumah-rumahan, buah atau binatang dengan 2-3 pecahan. Untuk menyusun pasel tersebut tentu dibutuhkan keterampilan sehingga anak akan dirangsang untuk mengembangkan kemampuannya.

CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2,5-3 TAHUN:

Bila sebelumnya pasel yang diberikan hanya terdiri atas beberapa keping saja, kini tingkatkan dengan pasel yang memiliki lebih banyak keping.
Permainan rancang bangun juga sudah bisa diberikan untuk merangsang koordinasi motoriknya. Anak sudah bisa membuat susunan bangunan ke atas sambil mengimajinasikan bentuk apa yang sedang dibuatnya meskipun masih belum terbentuk jelas. Ketika anak mampu bermain rancang bangun, pujilah apa yang sudah dihasilkannya. Meskipun bentuknya hanya berupa susunan balok yang tidak beraturan, kita tetap harus memberikan apresiasi agar anak merasa dihargai. Hindari sikap mencemooh yang akan memerosotkan motivasinya dalam berkreasi.

APA YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMBELI?

Membeli mainan edukatif memang perlu selektif. Kita harus menyesuaikan dengan usia anak dan kemampuan yang dimilikinya. Berikut panduannya:

MAINAN ANAK 1 TAHUN:

Di usia batita awal anak belum memiliki kemampuan motorik yang baik. Jadi kemampuan dasar inilah yang perlu dilatih. Namun permainan untuknya haruslah sederhana dan tidak terlalu menyita waktu. Selalu dampingi si kecil saat bermain.

MAINAN ANAK 2 TAHUN:

Derajat kesulitan mainan edukatif untuk anak usia dua tahun sudah harus lebih tinggi ketimbang anak satu tahun. Bila sebelumnya yang diberikan adalah single puzzle, maka di usia ini anak bisa diajak bermain pasel dengan bentuk yang lebih kompleks.

MAINAN ANAK 2,5 3 TAHUN:

Permainan edukatif yang kita berikan harus lebih tinggi lagi tingkat kerumitannya. Di usia ini anak perlu belajar mengorganisasi bagian-bagian yang terpisah menjadi satu kembali, anak juga dituntut untuk mulai belajar tekun menggunakan berbagai kemampuannya untuk menyelesaikan masalah.

APAKAH HARGA MAINAN EDUKATIF PASTI TERJANGKAU?

Tentu saja. Mainan edukatif tak mesti didapat dengan harga selangit. Kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekeliling rumah sebagai sarana permainan edukatif. Misalnya, gelas plastik bisa digunakan si kecil untuk ditumpuk-tumpuk. Ini merupakan permainan yang mengasyikkan baginya. Gelasgelas plastik tersebut juga bisa dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar, seperti dus bekas. Aktivitas mandi juga bisa dimanfaatkan sebagai permainan edukatif. Biarkan si kecil memasukkan air ke dalam ember dengan menggunakan ciduk. Semua itu akan melatih berbagai kemampuan dasar anak.

Mainan pemicu perkembangan bayi 9-12 bulan

Perkembangan otak bayi yang sudah menginjak usia 9-12 bulan makin pesat. Rangsang terus perkembangan otak bayi Anda dengan permainan berikut.

Bermain cilukba. Kata “cilukba” bisa ia lafalkan dengan cukup baik. Sekarang ia tak hanya menggunakan kedua telapak tangan untuk menutupi wajah. Ia memakai benda lain seperti selimut maupun bantal kecilnya. Kepercayaan dirinya bertambah saat ia bisa membuat Anda tertawa ketika bermain cilukba dengannya.

Bermain rattle. Bayi Anda mulai kuat menggenggam rattle. Dia sadar bisa membunyikan bermacam irama dari rattle ini. Terbukti dari aneka variasi goyangan tangannya, ke atas, ke kanan dan ke kiri. Ia semakin asyik bermain sembari memamerkan keahlian barunya.

Bermain gebuk drum. Bagai drummer kawakan, ia mulai beraksi. Ia semakin terampil memakai stik drumnya. Koordinasi kedua tangannya bisa diacungi jempol. Kepalanya mengangguk-angguk mengikuti ritme pukulan-pukulannya. JIka Anda mendengarkan lagu, ia bisa-bisa ikut mengiringi lagu dengan tabuhan drumnya.

Bermain bola. “Ini dia calon pengganti Cristiano Ronaldo!”. Jagoan cilik Anda senang mendorong-dorong bola dengan salah satu kakinya sambil sesekali tangannya direntangkan seolah mencari pegangan untuk menjaga keseimbangannya. Koordinasi antara kaki kiri dan kanan bisa ia kontrol. Meski belum bisa sesuai. Walau arah bola kerap melenceng, tapi ia sangat menikmati bermain bola.

Bermain telepon mainan. “Alo..alo..,” ucapnya saat mengangkat gagang telepon ke dekat mulutnya. Anak mulai mengerti cara bermain telepon mainan. Tentu ia meniru Anda, buktinya ia bergaya seperti Anda. Apalagi keahlian barunya mengoceh dan sedikit demi sedikit bicara beberapa suku kata, anak pun mengoceh di gagang teleponnya.

Sumber www.ayahbunda.co.id

Stimulasi pada bayi umur 9-12 bulan

GERAK KASAR

Stimulasi yang perlu dilanjutkan.

  • Merangkak.
  • Berdiri.
  • Berjalan sambil berpegangan.
  • Berjalan dengan bantuan.

Bermain bola.

Ajak bayi bermain bola. Gelinclingkan bola ke arahnya dan usahakan agar ia menggelindingkan bola atau memukulnya kembali ke arah anda. Bola besar akan lebih mudah untuk bermain pertama kali. Berangsur-angsur bermain bola dengan berbagai ukuran, jangan gunakan bola yang terlalu kecil sehingga dapat ditelan dan menyebabkan tersedak. Jangan memakai balon.

Membungkuk.

Jika bayi sudah bisa berdiri, letakkan sebuah mainan di lantai. Ajak agar ia mau membungkuk dan mengambil mainan itu tanpa berpegangan. Mula-mula mungkin bayi perlu dibantu.

Berjalan sendiri.

Bantu bayi agar mau berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan. Buat permainan seperti meminta bayi berjalan ke pelukan anda untuk mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. Beri pujian bila bayi mau berjalan beberapa langkah. Bila bayi belum siap berjalan, tunggu beberapa hari dan coba lagi.

Naik tangga.

Tunjukkan kepada bayi cara naik tangga dengan merangkak, kemudian biarkan ia menuruni tangga dengan melangkahkan kakinya. Gunakan tangga yang rendah dan bayi jangan ditinggal sendirian.

GERAK HALUS

Stimulasi yang perlu dilanjutkan.

  • Memasukkan benda ke dalam wadah.
  • Bermain dengan mainan yang mengapung di air.

Menyusun balok/kotak.

Ajari bayi menyusun beberapa balok/kotak besar. Balok/kotak dapat dibuat dari karton atau potonganpotongan kayu bekas. Benda lain yang bisa dipakai adalah beberapa kaleng kecil (kosong) atau mainan anak berbentuk kubus/balok.

Menggambar

Letakkan krayon/pinsil berwarna dan kertas di meja. Ajak bayi “menggambar” dengan krayon atau pinsil berwarna. Kegiatan menggambar ini dapat dilakukan bersamaan dengan anda menge6akan tugas rumah tangga.

Bermain di dapur.

Biarkan bayi bermain di dapur ketika anda sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh dari kompor dan letakkan sebuah kotak tempat menyimpan mainan alai memasak dari plastik atau bends-bends yang ads di dapur seperti gelas, mangkuk, sendok, tutup gelas dari plastik.

BICARA DAN BAHASA

Stimulasi yang perlu dilanjutkan.

  • Berbicara.
  • Menjawab pertanyaan.
  • menyebutkan nama gambar-gambar di buku/majalah.

Menirukan kata-kata.

Setiap hari bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya seperti: minum susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing dan lain-lain. Buat agar bayi mau meniru kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakannya, puji ia, kemudian sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya.

Berbicara dengan boneka.

Beli sebuah boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambad dengan pens menyerupai bentuk wajah. Berpura-pura bahwa boneka itu
yang berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali dengan boneka itu.

Bersenandung dan bernyanyi.

Nyanyikan lagu dan bacakan syair anak kepada bayi sesering mungkin

SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN

Stimulasi yang perlu dilanjutkan.

  • Memberi rasa aman dan kasih sayang.
  • Mengajak bayi tersenyum.
  • Mengayun
  • Menina-bobokkan
  • Permainan “Ciluk-ba”
  • Permainan “bersosialisasi”

Minum sendiri dari sebuah cangkir.

Bantu bayi memegang cangkir dan minum dari cangkir itu. cangkir plastik tertutup dengan lubang mulut dapat dipakai untuk tahap awal, isi cangkir dengan air sedikit agar tidak tumpah.

Makan bersama-sama.

Ajak bayi makan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. Bayi duduk dekat dengan yang lainnya dan makan makanannya (makanan bayi umur 9-12 bulan berbeda dengan makanan keluarga).

Menarik mainan yang letaknya agak jauh.

Ajari bayi untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya agak jauh dengan cara meraih, menarik, ataupun mendorong badannya supaya dekat dengan mainan tersebut. Letakkan mainan yang bertali agak jauh, ajari bayi cara menarik tali untuk mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut jika anda tidak dapat mengawasi bayi.

Sumber http://formspring.me/draguscn

Permainan edukatif untuk bayi 6-9 bulan

Mainan Lampu. Bisa senter mainan atau mainan lain yg memancarkan cahaya warna-warni. Nyalakan mainan itu ke segala arah. Amati mata si kecil mengikuti gerakan sinar. Selain mengasah kemampuan visual juga mengenaikan aneka warna.

Putar musik Mainan ini bisa berupa boneka binatang, orang , tokoh kartun dan lain-lain jika dibunyikan mainan ini kan mengeluarkan bunyi atau musik. Mainan ini akan meningkatkan pendengaran bayi dan membatu merangkaikan koneksi saraf-saraf diotaknya.

Boneka tangan. Pilihlah boneka tangan yg disukai bayi beragam permainan bisa dilakukan dengan boneka tangan. Contoh mainan petak umpet. Sembunyikan boneka di tempat tertenu seperti dibalik punggung atau dibalik bantal , biarkan si kecil mencarinya.kita juga bisa berkomunikasi dengan si kecil lewat boneka. Permainan ini tdk hanya melatih kognisi bayi tapi juga kecakapan berbahasannya.

Mainan peralatan dapur.seperti sedndok, piring plastik dan panci. Biarkan ia memainkannya satu persatu sambil kita menjelaskan satu persatu alat dapur itu. Selain mengenalkan peraltan dapur juga melatih kemampuan motorik bayi ketikamencoba memegang dan mencengkram mainan itu.

Mainan yang dibungkus,. Bungkuslah mainan menyerupai kado. Biar ia berusaha membuka mainan tersebut satu persatu. Lihatlah reaksinya ketika membuka mainan berisi bola , boneka binatangdan lainnya. Selain melatih kekuatan jari-jemari juga menumbuhkan rasa penasaran dan minat mengeksplorasi.

Sumber www.ibudanbalita.com